Selasa, 30 Agustus 2016

4 MODEL PR MENURUT GRUNIG DAN HUNT



MODEL PUBLIC RELATIONS MENURUT GRUNIG DAN HUNT

Menurut Grunig dan Hunt ada empat model PR yaitu :
1. Press Agentry,
2. Public Information,
3. Two way communication Asymmetrical, dan 
4. Two way communication Symetrical.

1. PRESS AGENTRY
    Pada abad ke-19, agen pers bekerja untuk mempengaruhi opini publik dengan menciptakan berita. Agen pers berinvestasi waktu dalam penelitian namun kurang dalam pembahasan etika. Tujuannya adalah manipulasi. Menekan pada praktek PR yang fokus pada upaya promosi, publisitas, dan propaganda publik (Lattimore dkk.2010:63). Praktisi PR dalam model ini dihalalkan untuk melakukan segala cara demi mendongkrak nama organisasi atau orang yang diwakilinya.

         2. PUBLIC INFORMATION
          Model PR ini mulai muncul awal abad ke-20. yang bergeser ke arah yang lebih benar dan tepat dalam berkomunikasi. Tetapi tidak lebih dari mendristribusikan informasi. Berbeda dengan model pertama, model ini tidak digunakan untuk memperalat publik dan menekan pada pemberian informasi yang jujur (Butterick,2012:32). Komunikasi ini lebih mengarah kepada komunikasi satu arah.

         3.  TWO WAY COMMUNICATION ASYMMETRICAL
    Model komunikasi ini adalah model komunikasi dua arah. Tujuannya ialah keseimbangannya. Model ini tentang persuasi yang dapat memicu transaksi hingga popularitas dalam pemasaran. Dengan model ini tetap berusaha untuk memposisikan publik sebagai pihak yang harus berubah sesuai dengan keinginan organisasi dan bukan sebaliknya (Lattimore,dkk. 2010:64)

           4. TWO WAY COMMUNICATION SYMETRICAL
         Model komunikasi ini menekan pada adanya kemauan dari kedua belah pihak untuk saling menyesuaikan diri. Model inilah yang kemudian diklaim oleh Grunig dan Hunt sebagai model yang paling baik yang dapat menentukan kesuksesan praktek PR dalam Organisasi. (Butterick, 2012:34)
   
Soemirat Soleh, dan Ardianto Elvinaro. 2004. Dasar-Dasar Public Relations. Bandung : PT Remaja Rosdakarya           
https://toughsledding.wordpress.com/2008/08/10/the-4-models-of-public-relations-practice-how-far-have-you-evolved/


SEPUTAR PUBLIC RELATIONS


Apa itu PR ?

Sesuai dengan penjelasan menurut beberapa pakar, PR dapat dikategorikan sangat banyak maknanya :

1. Public relations adalah fungsi manajemen yang membantu mendirikan dan memelihara hubungan komunikasi yang saling menguntungkan, keterbukaan, dan kerja sama antara organisasi dan publiknya, melibatkan manajemen problem dan isu, membantu manajemen untuk tetap terinformasi dan responsive terhadap publik (Harlow)

2. Public Relations adalah seni untuk membuat perusahaan anda disukai dan dihormati oleh para karyawan, konsumen, dan para penyalurnya. (Marston)

3. Public Relations adalah proses yang kontinyu dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh goodwill (kemauan baik) dan pengertian dari pelanggan, pegawai dan publik yang lebih luas ke dalam mengadakan analisis danperbaikan diri sendiri, sedangkan keluar memberikan pernyataan-pernyataan.

PR diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Bidang PR semakin kuat berkembang, karena adanya suatu masyarakat demokratis dimana orang-orang memiliki kebebasan untuk berdebat (berbicara) dan mengambil berbagai keputusan dalam suatu komunitas, di pasar, di rumah, tempat kerja, dan tempat pemungutan suara. Pribadi/individu dan organisasi publik bergantung pada hubungan baik dengan kelompok-kelompok lainnya dan individu-individu yang memiliki berbagai pendapat, keputusan, dan tindakan yang mempengaruhi vitalitas/daya dan kelangsungan hidup mereka.

Terdapat nama lain Publik Relations, tapi maknanya sama seperti public affairs, corporate communications, public informations, corporate relations, corporate affairs, dan investor relations. Nama-nama lain PR pada sejumlah perusahaan dan asosiasi di Amerika tersebut kadangkala dihubungkan dengan periklanan, marketing, hubungan investor, dan hubungan karyawan (Seitel, 1992:3 dan Wilcot, et al, 1992:12). Posisi PR memiliki kredibilitas tertinggi, mengatasi persaingan menjadi lebih piawai.

PR pada hakekatnya adalah kegiatan komunikasi, kendati agak lain dengan kegiatan komunikasi lainnya karena ciri hakiki dari komunikasi PR adalah two way communications (komunikasi dua arah/timbal balik). Arus komunikasi timbal balik ini yang harus dilakukan dalam kegiatan PR, sehingga terciptanya umpan balik yang merupakan prinsip pokok dalam PR (Rachmadi, 1994:7).


PR berfungsi menumbuhkan hubungan baik antara segenap komponen pada suatu lembaga/perusahaan dalam rangka memberikan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi. Semua itu bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan goodwill (kemauan baik) publiknya serta memperoleh opini publik yang menguntungkan (alat untuk menciptakan kerjasama berdasarkan hubungan baik dengan publik).


Soemirat Soleh, dan Ardianto Elvinaro. 2004. Dasar-Dasar Public Relations. Bandung : PT Remaja Rosdakarya