Rabu, 12 Oktober 2016

Jelaskan dan beri contoh yang ada di dalam kegiatan PR mengenai: 1. Pembagian tanggung jawab 2. Penyusunan jadwal 3. Anggaran

1. Pembagian Tanggung Jawab 
          Dimana seorang PR dituntut untuk bekerjasama dengan semua orang yang interent di dalam perusahaan, mulai dari owner,manajer, supervesior, HRD, staf , dll . Yang dimana pembagian tugas dilakukanberdasarkan kemampuan / skill, tanggung jawab. kecekatan, kepahaman yang dimiliki seseorang. karena seorang PR adalah sejajar dengan manajer yang juga dapat berpendapat dan mengatur pembagian tanggung jawab dengan persetujuan manajer. Apalagi seorang PR sering membuat atau mengadakan acara demi menunjang nama baik perusahaan dan lebih memperkenalkan suatu produk dan tentunya membuat di gemari oleh target sasaran , dan perusahaan dapat diterima secara baik oleh masyarakat.
Contoh : 
Seorang PR sedang mengerjakan program CSR (coorporate social responsibility) dimana salah satu program tersebut mengadakan bakti sosial yakni bagi-bagi sembako gratis, nah dalam proses terselenggarakannya acara tersebut seorang PR harus dapat bijak dalam mengatur pembagian tugas dan tanggung jawab kepada karyawan yang ikut serta mengerjakan event tersebut, dimana yang bagian mencari sembako adalah marketing agar mendapatkan harga yang murah, setelah nego harga telah dilakukan dan disepakati akhirnya barang diambil oleh Cleaning Service yang tau betul dimana barang tersebut akan diletakkan agar tersimpan dengan baik. sebelum membagikan sembako seorang satpam atau bodyguard harus memastikan acara yang terselenggara aman dan tidak ada keributan. tak lupa juga untuk di panggilkan polisi dan dokter beserta ambulance, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. nah PR juga harus memastikan efek yang diharapkan perusahaan dapat sesuai dengan kenyataan yang terjadi. dan untuk mendukung program CSR yang dibuat PR juga perlu memberitaukan informasi kepada media massa agar informasi juga dapat lebih banyak diketahui oleh kalayak ramai.danprogram CSR dapat terstruktur sesuai rencana.

2. Penyusunan Jadwal
          Penyusunan jadwal adalah pengelolaan waktu yang akan digunakan untuk kegiatan PR. Pengelolaan waktu seharusnya sudah mulai dilakukan sejak merumuskan tujuan dan sasaran kegiatan. Pertimbangan dalam menyusun jadwal kegiatan menurut Smith (2005), "Waktu sesungguhnya yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas-tugas untuk mencapai tujuan kegiatan. Berbagai pola atau jenis serta frekuensi kegiatan yang akan dilakukan."
Contoh: Menjadwalkan atau mengagendakan waktu untuk bertemu dengan media massa dengan fungsi pengklarifikasian masalah yang sebenarnya di masyarakat dengan masalah kabar burung.


3. Anggaran
       Penyusunan biaya atau penganggaran (budgeting) dilakukan departemen PR untuk meramalkan seberapa banyak dana yang diperlukan untuk membiayai suatu program PR. Sehingga dapat diketaahui program-program mana saja yang dapat dilaksanakan dengan jumlah dana yang tersedia.dan juga  seorang PR dituntut untuk mengunakan aggaran seminim mungkin tapi memberikan efek atau dampak sebanyak mungkin sehingga perusahaan merasa diuntungkan dari adanya program yang dibuat oleh PR.
Contoh: Seorang PR merinci dana yang kemungkinan akan dikeluarkan dalam melaksanakan kegiatan bakti sosial yang juga harus melihat dari budget yang ada, dan efeek yang diharapkan karena adanya acara tersebut. Sehingga program dapat berjalan dan perusahaan tidak merasa dirugikan justru memberikan efek yang besar terhadap perusahaan tersebut.

Aksi dan Komunikasi



Praktisi PR sebagai bagian dari tim manajemen sebuah organisasi harus terlibat dalam proses pembuatan keputusan untuk memastikan bahwa organisasi melakukan tindakan positif dan bertanggung jawab secara sosial.

Difusi
Bagaimana cara ide-ide baru diadopsi dalam sebuah masyarakat.
Dua kategori karakteristik individu dari setiap audiensi target:
  • Utama; menengah; dan moderat
  • Laten; sadar; dan aktif
Sistem klasifikasi ini untuk membantu menentukan seberapa jauh sebuah publik siap dan dapat merespon setiap aksi yang direncanakan.
  1. Publik utama: kelompok yang kepadanya sebuah aksi diarahkan.
  2. Publik menengah: individu memiliki kontak langsung dengan audiensi utama dan dapat menyampaikan pesan kepada mereka.
  3. Publik moderat: kelompok yang berbagi tujuan yang sama atau filosofi pengarah yang sama dan dapat memberi dampak pada publik utama
  4. Publik laten: tidak memiliki kesadaran akan kebutuhan untuk berubah.
  5. Publik sadar: menyadari akan sebuah kebutuhan, tetapi tidak memiliki kemauan untuk bertindak seperti menerima ide baru.
  6. Publik aktif: sadar dan siap untuk melakukan sesuatu. 

Ada 5 langkah yang menjelaskan bagaimana manusia dipengaruhi untuk dapat berubah
Kesadaran:
  1. Sadar akan ide/praktek walau pengetahuan terbatas.
  2. Minat/ketertarikan. Mulai mencari info ide itu lebih banyak
  3. Evaluasi. Mulai menerapkan ide pada situasi sendiri dan berusaha memperoleh banyak info serta membuat keputusan untuk mengujicobakan ide baru tersebut.
  4. Percobaan. Penerapan aktual dimulai. Biasanya pada skala kecil.
  5. Adopsi. Segera setelah ide terbukti bermanfaat, maka akan diadopsi oleh audiensi target.

5 saluran pengaruh dasar dalam proses adopsi
  1. Media massa
  2. Perantara bias. Mengambil keuntungan dari adopsi orang lain (mis: sales)
  3. Pihak ketiga yang tidak bias. Kelompok konsumen; agen pemerintah; yang memiliki kredibilitas
  4. Orang penting lainnya. Teman, keluarga, dan orang lain
  5. Pengalaman pribadi 

Praktisi PR merupakan komunikator kunci dalam sebuah organisasi. Menulis merupakan alat utama bagi kerja seorang komunikator, tetapi praktisi harus menguasai berbagai gaya penulisan. Struktur penulisan dengan piramida terbalik dipandang sebagai sesuatu yang penting karena struktur ini digunakan oleh kebanyakan jurnalis. Gaya penulisan lain seperti menulis untuk internet juga dipandang perlu untuk dikuasai.

Tips Menulis Efektif
  • Gunakan kata-kata singkat dan sederhana
  • Gunakan kata, kalimat serta paragraf pendek dan sederhana
  • Tulis dalam bentuk aktif bukan pasif
  • Hindari penggunaan slang dan jargon
  • Gunakan kata sifat dan kata kerja dengan hemat
  • Singkat
  • Spesifik
  • Sampaikan alasan atas opini

Pemilihan Media 
3 pertimbangan dasar dari pemilihan media:
  • Audiensi
  • Waktu yang tepat
  • Anggaran

Selasa, 04 Oktober 2016

Tahapan Dalam Proses Public Relations


Tahapan Dalam Proses Public Relations :
  • Menetukan Masalah
Tahapan ini disebut juga disebut tahapan penelitian.yaitu mencari informasi , data yang menjadi pijakan dalam mengambil langkah selanjutnya .tahapan ini menjawab peratnyaan apa yang sedang terjadi
  • Perencanaan (Planning)
Perencanaan dapat diartikan sebagi hal, cara atau hasil kerja merencanakan(berniat untuk melakukan sesuatu). Fungsi perencanaan meliputi kegiatan apa yang ingin dicapai, bagaimana mencapai, berapa lama, berapa orang yang diperlukan dan berapa jumlah biaya yang dibutuhkan. Dalam jangkauan waktunya perencanan dibagi menjadi tiga (3) tahapan yakni: 
 1). Perencanaan jangka pendek, 
2). Perencanaan jangka menengah dan 
3). Perencanaan jangka waktu panjang.
Perencanaan merupakan syarat mutlak bagi setiap kegiatan manajemen atau administrasi, tanpa perencanaan maka kegiatan atau pelaksanaan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan. Jadi perencanaan adalah sejumlah kegiatan yang ditentukan sebelumnya untuk melaksanakan dalam rangka mencapai tujuan.
  • . Tahap Perencanaan dan penyusunan Program
  1. Penyusunan program
  2. Merumuskan tujuan Program
  3. Strategi Komunikasi pada tahapan ini menjaeab pertanyaan” apa yang harus dilakukan“
  • Aksi dan Komunikasi
  1. Tahapan ini melaksanakan apa yang sudah pada langkah pertama untuk mencapai apa yang sudah dilaksakan.
  2. Terkait dengan apa yang dilaksanakan ,
  3. Kapan dilaksanakan
  4. Dimana dan melibatkan siapa saja
  5. Media apa yang digunakan
  6. Pada tahapan ini akan menjawab pertanyaan “bagaimana melaksanakannya ?
  • Evaluasi
  1. Tahap ini merupakan langkah terakhir untuk mengetahuidan menilai apa yang sudah dilakuakan pakah sesuai dengan yang direncanakan ?
  2. Kalau belum bisa diadakan penyesuaian .
  3. Tahapan ini akan menjawab pertanyaan “Apa yang sudah dilakukan?”

Manajemen Public Relations


   Manajemen humas adalah proses penelitan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengevaluasian suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh oleh organisasi. Proses manajemen humas biasa dilakukan oleh seorang praktisi dalam kegiatan humas.
     Menurut Frank Jeffkins, humas merupakan segala sesuatu yang terdiri dari semua bentuk komunikasi berencana, baik ke dalam maupun ke luar untuk mencapai tujuan khusus, yaitu pengertian bersama.

Manajemen Humas Secara Operasional


PR berfungsi melaksanakan
  •  Penelitian untuk memperoleh data primer maupun sekunder. Penelitian bersifat opinion maupun riset motivasi yang tertuju pada jiwa manusia berkaitan dengan kebutuhan dan keinginanan .
  • Perncanaan penyusunan suatau program acara , Agenda Setting program kerja humasberdasarkan fakta di lapangan
  • Pengkoordinasian : Mengkoordinasi suatu Tim kerja dengan menentukan kerjasama dan keterlibatan bagian/devis lainnya dalam satu koordinasi tim yang solid sebagai upaya pencapaian tujuan perusahaan.
  • Produksi : bentuk produksi yang dihasilkan oleh humas berupa produk publikasidan promosi upaya mendukung perluasan pemasaran produk yang berpengaruh pada operusahaan
  • Partisipasi khalayak / lomunitas : Maksudnya partisipasi humas dalam melakukan suatu komunikasi timbal balik bagi kepentingan morganisasi juga publiknya misalnya dalam kegiata CSR.
  • Nasehat (Advisory) : Diharapkan humas bisa memberikan sumbang saran kepada pimpinan berkenaan dengan penyesuaian kebijakan yang demi untuk kepentingan publik.
  • Aktivitas / Proses humas :
    • Pencarian Fakta
    • Perncanaan
    • Komunikasi
    • Evaluasi untuk mengukur efektvitas program

Selasa, 30 Agustus 2016

4 MODEL PR MENURUT GRUNIG DAN HUNT



MODEL PUBLIC RELATIONS MENURUT GRUNIG DAN HUNT

Menurut Grunig dan Hunt ada empat model PR yaitu :
1. Press Agentry,
2. Public Information,
3. Two way communication Asymmetrical, dan 
4. Two way communication Symetrical.

1. PRESS AGENTRY
    Pada abad ke-19, agen pers bekerja untuk mempengaruhi opini publik dengan menciptakan berita. Agen pers berinvestasi waktu dalam penelitian namun kurang dalam pembahasan etika. Tujuannya adalah manipulasi. Menekan pada praktek PR yang fokus pada upaya promosi, publisitas, dan propaganda publik (Lattimore dkk.2010:63). Praktisi PR dalam model ini dihalalkan untuk melakukan segala cara demi mendongkrak nama organisasi atau orang yang diwakilinya.

         2. PUBLIC INFORMATION
          Model PR ini mulai muncul awal abad ke-20. yang bergeser ke arah yang lebih benar dan tepat dalam berkomunikasi. Tetapi tidak lebih dari mendristribusikan informasi. Berbeda dengan model pertama, model ini tidak digunakan untuk memperalat publik dan menekan pada pemberian informasi yang jujur (Butterick,2012:32). Komunikasi ini lebih mengarah kepada komunikasi satu arah.

         3.  TWO WAY COMMUNICATION ASYMMETRICAL
    Model komunikasi ini adalah model komunikasi dua arah. Tujuannya ialah keseimbangannya. Model ini tentang persuasi yang dapat memicu transaksi hingga popularitas dalam pemasaran. Dengan model ini tetap berusaha untuk memposisikan publik sebagai pihak yang harus berubah sesuai dengan keinginan organisasi dan bukan sebaliknya (Lattimore,dkk. 2010:64)

           4. TWO WAY COMMUNICATION SYMETRICAL
         Model komunikasi ini menekan pada adanya kemauan dari kedua belah pihak untuk saling menyesuaikan diri. Model inilah yang kemudian diklaim oleh Grunig dan Hunt sebagai model yang paling baik yang dapat menentukan kesuksesan praktek PR dalam Organisasi. (Butterick, 2012:34)
   
Soemirat Soleh, dan Ardianto Elvinaro. 2004. Dasar-Dasar Public Relations. Bandung : PT Remaja Rosdakarya           
https://toughsledding.wordpress.com/2008/08/10/the-4-models-of-public-relations-practice-how-far-have-you-evolved/


SEPUTAR PUBLIC RELATIONS


Apa itu PR ?

Sesuai dengan penjelasan menurut beberapa pakar, PR dapat dikategorikan sangat banyak maknanya :

1. Public relations adalah fungsi manajemen yang membantu mendirikan dan memelihara hubungan komunikasi yang saling menguntungkan, keterbukaan, dan kerja sama antara organisasi dan publiknya, melibatkan manajemen problem dan isu, membantu manajemen untuk tetap terinformasi dan responsive terhadap publik (Harlow)

2. Public Relations adalah seni untuk membuat perusahaan anda disukai dan dihormati oleh para karyawan, konsumen, dan para penyalurnya. (Marston)

3. Public Relations adalah proses yang kontinyu dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh goodwill (kemauan baik) dan pengertian dari pelanggan, pegawai dan publik yang lebih luas ke dalam mengadakan analisis danperbaikan diri sendiri, sedangkan keluar memberikan pernyataan-pernyataan.

PR diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Bidang PR semakin kuat berkembang, karena adanya suatu masyarakat demokratis dimana orang-orang memiliki kebebasan untuk berdebat (berbicara) dan mengambil berbagai keputusan dalam suatu komunitas, di pasar, di rumah, tempat kerja, dan tempat pemungutan suara. Pribadi/individu dan organisasi publik bergantung pada hubungan baik dengan kelompok-kelompok lainnya dan individu-individu yang memiliki berbagai pendapat, keputusan, dan tindakan yang mempengaruhi vitalitas/daya dan kelangsungan hidup mereka.

Terdapat nama lain Publik Relations, tapi maknanya sama seperti public affairs, corporate communications, public informations, corporate relations, corporate affairs, dan investor relations. Nama-nama lain PR pada sejumlah perusahaan dan asosiasi di Amerika tersebut kadangkala dihubungkan dengan periklanan, marketing, hubungan investor, dan hubungan karyawan (Seitel, 1992:3 dan Wilcot, et al, 1992:12). Posisi PR memiliki kredibilitas tertinggi, mengatasi persaingan menjadi lebih piawai.

PR pada hakekatnya adalah kegiatan komunikasi, kendati agak lain dengan kegiatan komunikasi lainnya karena ciri hakiki dari komunikasi PR adalah two way communications (komunikasi dua arah/timbal balik). Arus komunikasi timbal balik ini yang harus dilakukan dalam kegiatan PR, sehingga terciptanya umpan balik yang merupakan prinsip pokok dalam PR (Rachmadi, 1994:7).


PR berfungsi menumbuhkan hubungan baik antara segenap komponen pada suatu lembaga/perusahaan dalam rangka memberikan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi. Semua itu bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan goodwill (kemauan baik) publiknya serta memperoleh opini publik yang menguntungkan (alat untuk menciptakan kerjasama berdasarkan hubungan baik dengan publik).


Soemirat Soleh, dan Ardianto Elvinaro. 2004. Dasar-Dasar Public Relations. Bandung : PT Remaja Rosdakarya