1. Pembagian Tanggung Jawab
Dimana seorang PR dituntut untuk bekerjasama dengan semua orang yang interent di dalam perusahaan, mulai dari owner,manajer, supervesior, HRD, staf , dll . Yang dimana pembagian tugas dilakukanberdasarkan kemampuan / skill, tanggung jawab. kecekatan, kepahaman yang dimiliki seseorang. karena seorang PR adalah sejajar dengan manajer yang juga dapat berpendapat dan mengatur pembagian tanggung jawab dengan persetujuan manajer. Apalagi seorang PR sering membuat atau mengadakan acara demi menunjang nama baik perusahaan dan lebih memperkenalkan suatu produk dan tentunya membuat di gemari oleh target sasaran , dan perusahaan dapat diterima secara baik oleh masyarakat.
Contoh :
Seorang PR sedang mengerjakan program CSR (coorporate social responsibility) dimana salah satu program tersebut mengadakan bakti sosial yakni bagi-bagi sembako gratis, nah dalam proses terselenggarakannya acara tersebut seorang PR harus dapat bijak dalam mengatur pembagian tugas dan tanggung jawab kepada karyawan yang ikut serta mengerjakan event tersebut, dimana yang bagian mencari sembako adalah marketing agar mendapatkan harga yang murah, setelah nego harga telah dilakukan dan disepakati akhirnya barang diambil oleh Cleaning Service yang tau betul dimana barang tersebut akan diletakkan agar tersimpan dengan baik. sebelum membagikan sembako seorang satpam atau bodyguard harus memastikan acara yang terselenggara aman dan tidak ada keributan. tak lupa juga untuk di panggilkan polisi dan dokter beserta ambulance, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. nah PR juga harus memastikan efek yang diharapkan perusahaan dapat sesuai dengan kenyataan yang terjadi. dan untuk mendukung program CSR yang dibuat PR juga perlu memberitaukan informasi kepada media massa agar informasi juga dapat lebih banyak diketahui oleh kalayak ramai.danprogram CSR dapat terstruktur sesuai rencana.
2. Penyusunan Jadwal
Penyusunan jadwal adalah pengelolaan waktu yang akan digunakan untuk kegiatan PR. Pengelolaan waktu seharusnya sudah mulai dilakukan sejak merumuskan tujuan dan sasaran kegiatan. Pertimbangan dalam menyusun jadwal kegiatan menurut Smith (2005), "Waktu sesungguhnya yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas-tugas untuk mencapai tujuan kegiatan. Berbagai pola atau jenis serta frekuensi kegiatan yang akan dilakukan."
Contoh: Menjadwalkan atau mengagendakan waktu untuk bertemu dengan media massa dengan fungsi pengklarifikasian masalah yang sebenarnya di masyarakat dengan masalah kabar burung.
Contoh: Menjadwalkan atau mengagendakan waktu untuk bertemu dengan media massa dengan fungsi pengklarifikasian masalah yang sebenarnya di masyarakat dengan masalah kabar burung.
3. Anggaran
Penyusunan biaya atau penganggaran (budgeting) dilakukan departemen PR untuk meramalkan seberapa banyak dana yang diperlukan untuk membiayai suatu program PR. Sehingga dapat diketaahui program-program mana saja yang dapat dilaksanakan dengan jumlah dana yang tersedia.dan juga seorang PR dituntut untuk mengunakan aggaran seminim mungkin tapi memberikan efek atau dampak sebanyak mungkin sehingga perusahaan merasa diuntungkan dari adanya program yang dibuat oleh PR.
Contoh: Seorang PR merinci dana yang kemungkinan akan dikeluarkan dalam melaksanakan kegiatan bakti sosial yang juga harus melihat dari budget yang ada, dan efeek yang diharapkan karena adanya acara tersebut. Sehingga program dapat berjalan dan perusahaan tidak merasa dirugikan justru memberikan efek yang besar terhadap perusahaan tersebut.





